IBX5A7018DC6625C

Wednesday, January 31, 2018

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI


Assalamualaikum wr.wb
Halo agan-agan semuanya, ini adalah materi terakhir untuk matakuliah Pengantar Teknologi Informasi, terimakasih bagi agan-agan yang mengikuti materi-materi sebelumnya :)

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI Di Bidang PENDIDIKAN

     Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. 
    Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek Flexible Learning, proyek ini mengingatkan ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang pendidikan tanpa sekolah (Deschooling society) yang secara ekstrim kehadiran guru tidak diperlukan
Bishop G(1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes, terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia maupun  pengalaman pendidikan sebelumnya.
Dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, serta beragam. Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah :

  1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukkan sebagai strategi utama. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya. Faktor utama dalam distance learning  yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. 
  2. Perpustakaan digital Pada bagian ini terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tetapi juga pada kepustakaan digital seperti suara,maupun gambar.
  3.  Penggunaan Perangkat Teknologi Informasi Interaktif, Seperti CD-ROM multimedia secara bertahap menggantikan tv dan video.
  4. Sistem Administrasi akademik dapat memanfaatkan komputer dalam pengelolaannya sehingga mejadikan kerja dilingkungan akademik pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien
Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus mempunyai unsur sebagai berikut :
  1. Pusat kegiatan siswa Distance learning dijadikan sarana sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat membaca materi kuliah, mencari informasi yang diperlukan dalam hubungannya dengan perkuliahan.
  2. Interaksi dalam Group Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untukmendiskusikan materi-materi yang diberikan oleh dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikan.
  3. Sistem Administrasi mahasiswa Dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengena status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya
  4. Pendalaman materi dan ujian. Biasanya dosen sering memberikan tugas atau kuissingkat yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan.
  5. Perpustakaan Digital pada bagian ini terdapat berbagai informasi tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI Di Bidang PEMERINTAHAN
  • E-government
Mengacu pada penggunaan teknologi Informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan internet  yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya.
E-Government bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. (penyediaan situs pemerintah untuk pembelian informasi dan pelayanan kepada berbagai pihak)
Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: 
- G2C (Governmet to Citizen), 
- G2B (Government to Business), dan 
- G2G (Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain: 
  1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
  2.  Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. 
  3. Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas
  4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. 
        Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. 
       Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. 
      Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. 
        Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen. 

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI dalam Dunia PERBANKAN

     Teknologi informasi ikut mewarnai dunia perbankan. Kehadiran sistem Online yang ditangani oleh teknologi komputer dan teknologi komunikasi memungkinkan Nasabah mengambil uang dari kantor cabang dari bank yang sama yang berada di mana saja. 
Pada perkembangan selanjutnya, sistem seperti ini juga dilengkapi dengan mesin-mesin ATM memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa harus tergantung oleh jam kerja bank. 
Ekspansi ATM juga dilakukan dengan membuat ATM bersama yang memungkinkan nasabah sebuah bank bisa mengambil uang di ATM bank lain.
       Tak puas dengan model pelayanan seperti itu, pihak bank juga mengembangkan layanan dengan telepon, yang memperkenankan nasabah memeriksa saldo tabungan dan berinteraksi dengan mesin yang siap melayani kapan saja.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI dalam Bidang MEDIS

   Teknologi informasi juga diaplikasikan pada bidang medis.  Banyak rumah sakit yang menggunakan sistem informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Teknologi informasi juga diterapkan pada peralatan-peralatan medis, misalnya pada CT scan, komputer analisa kondisi jantung pasien.

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI Untuk KEPOLISIAN

      Kepolisian menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktivitas. Contoh yang umum adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk membuat SIM . Dengan menggunakan teknologi informasi,  yang melibatkan komputer, kamera digital, perekam sidik jari, dan pecetak kartu SIM,dimungkinkan untuk membuat SIM hanya dalam waktu singkat.
Teknologi kompresi gambar memungkinkan sidik jari dapat disimpan secara elektronis dengan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak terlalu menyita ruang dalam media penyimpan, sedangkan teknologi pencocokan pola (pattern recognition) dapat digunakan untuk memudahkan pencarian sidik jari yan tersimpan dalam basis data.
Teknologi pengenalan wajah (face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah para pelaku tindak kriminal yang telah tersimpan dalam basis data didasarkan oleh suatu sketsa wajah atau foto. 

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI Untuk PERDAGANGAN

     E-commerce merupakan model perdagangan yang lahir berkat kemajuan Internet. Melalui jaringan raksasa ini, transaksi secara elektronis telah menjadi pilihan yang menarik bagi organisasi dan perorangan. Organisasi bisnis dapat menyediakan situs Web untuk mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan dan memberikan fasilitas cukup dengan menggunakan komputer, tanpa harus bertemu secara langsung dengan pihak penjual. 

Kekuatan dari e-commerce adalah :
  1. Kenyamanan membeli lewat internet
  2. Harga yang kompetitif, 
  3. Infrastruktur internet yang memadahi 
Kelemahan dari pemanfaatan e-commerce adalah sebagai berikut :
  1. Daya beli masyarakat masih sangat rendah
  2. Sosialisasi credit card. 
  3. Sosialisasi Internet.
  4. Pengiriman barang.
Personil
  • Pemakai akhir (juga disebut pemakai atau klien) adalah orang yang memakai sistem informasi atau informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.
  • Dalam organisasi, pemakai internal dapat diklasifikasikan menjadi (Ebert dan Griffin, 2003):
    • Staf
    • Manajer tingkat rendah
    • Manajer tingkat menengah
    • Manajer tingkat atas, dan
    • Pekerja berpengetahuan (knowledge worker).
Spesialis TI
  • Operator : bertugas mengoperasikan komputer
  • Analis Sistem : bertugas menggali kebutuhan para pemakai dan merancang sistem sesuai dengan kebutuhan pemakai 
  • Desainer Sistem : bertugas sbg perancang sistem yg didasarkan pd hasil spesifikasi analis sistem 
  • Pemrogram Aplikasi : membuat program yg didasarkan oleh hasil analis sistem atau desainer sistem, dan menguji program
  • Analis Pemrogram : bertugas sbg pemrogram maupun analis sistem
  • Pemrogram Sistem : bertugas membuat dan memelihara program-program sistem
  • Administrator Basis Data : membuat rancangan basis data dan mengontrol basis data dalam perusahaan.
  • Auditor PDE : bertugas mengaudit sistem dan keamanan data terjamin
  • Spesialis Komunikasi Data : merancang dan memelihara jaringan komunikasi data dan membuat program penunjang telekomunikasi
  • Teknisi Perawatan Sistem : memelihara dan memperbaiki program-program pd sistem yg berjalan
  • Webmaster : membuat dan memelihara situs web perusahaan

Organisasi TI/SI

Referensi :
[1]  DARSIH S. Kom., M.Kom : Kuliah Pengantar Teknologi Informasi. 2016
Bayu Rasukma Raga Web Developer

Seorang hamba Allah yang singgah untuk sementara di dunia ini

No comments:

Post a Comment